Metalurgi serbuk adalah teknologi canggih yang menggunakan serbuk logam sebagai bahan mentah dan memproduksi bahan serta komponen melalui empat langkah proses inti: persiapan serbuk, pembentukan, sintering, dan pasca-pemrosesan. Dibandingkan dengan pengecoran dan penempaan tradisional,
ini memiliki keuntungan yang signifikan:
1. Pembentukan hampir jaring: Pengecoran dan penempaan tradisional memerlukan pemesinan ekstensif untuk mencapai bentuk yang presisi. Teknologi pembentukan near-net metalurgi serbuk dapat mengontrol keakuratan dimensi komponen dalam ±0,05 mm selama pembentukan, sehingga mengurangi kebutuhan pemesinan berikutnya hingga lebih dari 80%.
2. Fleksibilitas material: Proses tradisional terbatas dalam memproduksi material komposit khusus. Metalurgi serbuk, dengan menyesuaikan rasio serbuk dan mengendalikan suhu sintering, dapat menghasilkan komposit yang sulit dicapai dengan metode konvensional, seperti SiC berbasis aluminium dan magnet lunak nanokristalin.
.3. Efisiensi energi dan perlindungan lingkungan: Pengecoran dan penempaan tradisional memiliki tingkat pemanfaatan material hanya 60%-70% karena tunjangan pemesinan yang disediakan. Pembentukan jaring dekat dalam metalurgi serbuk dapat meningkatkannya hingga lebih dari 95%. Mengenai konsumsi energi, pengecoran tradisional memerlukan peleburan logam, dan penempaan memerlukan beberapa tahap pemanasan dan pemukulan, sedangkan sintering metalurgi serbuk tidak memerlukan peleburan logam sepenuhnya, sehingga mengurangi konsumsi energi sebesar 40%-60%.

